Mar 15, 2017

Semoga Saja Jodohnya

Beberapa bulan yang lalu, tepatnya bulan Januari, saudara dari suami berangkat umroh. Tentu saja mendengar ini saya senang. Memang dulu pakde punya cita-cita ingin haji. Sayangnya sebelum bisa haji pakde terkena serangan stroke yang membuat beliau jadi lumpuh dan sakit bertahun-tahun. Baru tahun ini bisa melaksanakan rukun umroh sesuai sunnah. Pakde berangkat bersama istri dan anak perempuannya yang memang punya hajat ingin berdoa dapat jodoh di Tanah Suci.

Gak heran sih karena di umurnya yang sudah bisa dibilang cukup matang, anak perempuan pakde ini belum mendapatkan jodoh. Rasanya pasti kepengen dong segera nikah. Tapi namanya jodoh, kita kan gak tahu kapan mau dateng. Jadi ya bersabar dan memantaskan diri aja dulu.

Anak perempuan pakde ini memang termasuk anak yang baik kelakuannya terhadap orang tua maupun keluarga. Sehingga saat umroh beberapa waktu lalu sempat ada jamaan umroh yang satu travel tertarik padanya dan ingin menjadikan mantu, katanya. Eh ternyata gak lama jamaah umroh tersebut mempertemukan anaknya dengan anak perempuan pakde.

Saya sih berdoa semoga saja memang orangnya baik dan jodohnya. Apalagi pakde memang sudah semakin tua. Kepengen banget melihat anak perempuannya itu bisa menikah.

Namanya menikah memang gak bisa grasa-grusu. Dan gak semua orang yang menikah di umur yang cukup itu katanya telat nikah. Sebenernya gak ada istilah telat nikah. Karena memang jodoh itu sudah ditentukan. Kalau ada orang yang nikah muda ya karena memang sudah takdir. Jadi jangan mencela orang yang belum menikah. Lebih baik mensyukuri apa yang didapati. Bisa kan bahagia tanpa harus membuat orang lain sedih?

Saya juga sebel dengan orang yang mencela orang yang gak kunjung dapet momongan. Dikira anak itu bisa ada tanpa kuasa Alloh kali ya? Belum lagi yang suka mencela orang yang banyak anak, errr. Orang-orang ini memang gak bisa diam, jadi lebih baik diabaikan daripada gila sendiri dengerin omongan orang.

Memang terkadang baper tapi itu wajar. Namanya juga orang, punya hati, baper sih biasa, heheh. Gak masalah baper, yang penting jangan sampai lama-lama dan bikin hati panas. Biarlah kata orang, mereka yang suka mencibir biasanya karena hidupnya gak bahagia dan ingin bikin orang lain gak bahagia juga. Nurutin kata orang malahan bikin kita terlihat gak punya pendirian. Cukup jadi diri sendiri dan abaikan orang-orang hasad.

0 comments:

Ikutan Komentar

Komen Anda akan dimoderasi. Komentar yang dimunculkan hanya author perempuan saja.

Terimakasih sudah berkunjung ^_^